10 TANDA BESAR HARI KIAMAT. #3 MUNGKIN TELAH BERLAKU.
Dari Hudzaifah bin Usaid Al Ghifari Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata,
‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperhatikan kami sewaktu
kami saling berbincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang sedang kalian
perbincangkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyebutkan hari kiamat.’ Beliau
bersabda, ‘Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga kamu melihat
sepuluh tanda.’ Lalu beliau menyebut asap, Dajal, binatang, terbitnya
matahari dari tempat tenggelamnya (sebelah Barat), turunnya Isa bin
Maryam ‘Alaihis Salam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga longsor besar, longsor di
Timur, longsor di Barat, dan longsor di semenanjung Arab. Yang akhir
yang demikian itu adalah keluarnya api yang keluar dari Yaman yang
menggiring manusia ke tempat mahsyar mereka.’ (HR. Muslim no. 2901)
1. Keluarnya Dajjal
Nampak macam Jesus. tapi bukan, sebabtu kita panggil dia THE FALSE MESSIAH.
Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak cucu Adam ‘Alaihis Salam.
Muncul di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Keluar dari
Timur dari Khurasan. Kemudian ia berjalan di muka bumi, maka ia tidak
meninggalkan satu negeri kecuali ia memasukinya, kecuali Masjidil Aqsha,
Tursina, Makkah dan Madinah, ia tidak bisa memasukinya; karena malaikat
menjaganya. Turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali,
keluar darinya setiap orang kafir dan munafik.
Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Kami sedang duduk
di sisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu beliau
menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan
fitnah ahlaas. Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah
ahlaas itu?’ Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’ Kemudian
fitnah as-saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli
baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku,
sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang
bertaqwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti
pinggul di atas tulang rusuk. Kemudian fitnah Duhaima yang tidak
membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan.
Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang.
Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi
kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada
kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya.
Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau
besoknya.’ (Shahih. HR. Ahmad no. 6168. Lihat as-Silsilah ash-Shahihah
no. 974 dan Abu Daud no 4242 dan ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan Abi
Daud no. 3568)
Fitnah Dajjal
Keluarnya Dajjal adalah fitnah besar disebabkan apa yang Allah Subhanahu
wa Ta’ala ciptakan bersamanya berupa perkara-perkara di luar kebiasan
yang besar, yang membingungkan akal. Disebutkan dalam hadits shahih
bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan
surganya adalah neraka. Dan sesungguhnya bersamanya ada gunung roti,
sungai air. Dia menyuruh langit (untuk menurunkan hujan) maka turunlah
hujan. Menyuruh bumi (untuk menumbuhkan tumbuhan) maka tumbuhlah
tumbuhan. Perbendaharan bumi mengikutinya. Melewati bumi dengan
kecepatan besar seperti hujan bila dibawa angin.
Dia menetap di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun,
satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu Jum’at, dan semua
harinya seperti hari-hari kita. Kemudian dia dibunuh oleh Isa bin Maryam
‘Alaihis Salam di sisi pintu ludd di Palestina.
Sifat Dajjal
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan kita dari
mengikuti Dajjal atau membenarkannya. Beliau menjelaskan kepada kita
sifat-sifatnya agar kita berhati-hati darinya. Menjelaskan bahwa ia
seorang laki-laki, muda, berkulit merah, buta sebelah matanya, tidak
mempunyai anak, tertulis di antara kedua matanya ‘kafir’ yang bisa
dibaca setiap muslim.
Dari ‘Ubadah bin ash Shamit Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Dajjal adalah
seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting, buta sebelah mata,
terhapus mata, tidak menonjol dan tidak bermata cekung. Jika disamarkan
kepadamu, maka ketahuilah bahwa Rabb kamu Subhanahu wa Ta’ala tidak buta
sebelah matanya.’ (Shahih. HR. Ahmad no. 23144 dan ini lafadznya. Abu
Daud no 4320, Shahih Sunan Abu Daud no.3630)
Tempat keluarnya Dajjal
Dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan Dajjal dan padanya…:
‘Sesungguhnya ia keluar celah-celah di antara Syam dan Iraq. Berbuat
kerusakan di kanan dan di kiri.’ (HR. Muslim no 2937.)
Tempat-tempat yang tidak bisa di masuki Dajjal
Dari Anas Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda, ‘Tidak ada satu kota melainkan akan diinjak oleh
Dajjal kecuali Makkah dan Madinah.’ (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari
no. 1881, dan Muslim no. 2942)
Dari seorang laki-laki dari sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan Dajjal dan
tentangnya ia berkata:… dan ia tidak bisa mendekati empat masjid:
Masjidil Haram, masjid Madinah, Masjid ath-Thuur, dan Masjidil Aqsha.’
(Shahih, HR. Ahmad no/ 24085. Lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 2934)
Pengikut-pengikut Dajjal
Kebanyakan pengikut Dajjal adalah kaum Yahudi, Ajam (bangsa selain
arab), Turki, dan berbagai manusia, kebanyakannya dari bangsa Arab badui
dan wanita.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anh, sesungguhnya Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Yang mengikuti Dajjal dari
Yahudi Asfahan sebanyak 70.000 orang, mereka memakai jubah hijau (yang
biasa dipakai ulama Persia).’ (HR. Muslim no. 2944.)
Menjaga dari fitnah Dajjal
Hal itu dengan cara beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berlindung
dari fitnah Dajjal di dalam shalat secara khusus dan berlari darinya:
“Barang siapa yang hapal sepuluh ayat dari permulaan surah Kahfi niscaya
ia dipelihara dari Dajjal.” Dan dalam satu lafazh: ‘Barang siapa yang
menemuinya dari kamu, maka hendaklah ia menbaca pembuka surah Al Kahfi.”
(HR. Muslim no. 8009 dan no. 2937)
2. Turunnya Isa bin Maryam
Tugas Nabi Isa masih belum selesai, dia akan turun dan menghabiskan
tugas kenabian terkhirnya sebelum menjadi umat NABI MUHAMMAD.
Setelah Dajjal keluar dan berbuat kerusakan di muka bumi, Allah
Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam. Beliau turun
ke bumi di sisi menara putih sebelah Timur Damaskus, meletakkan kedua
telapak tangannya di atas sayap dua orang malaikat, lalu ia membunuh
Dajjal, berhukum dengan hukum Islam, mematahkan salib, membunuh babi,
meletakkan pajak, harta melimpah ruah dan hilangnya permusuhan. Dia
menetap selama tujuh tahun dan tidak ada permusuhan di antara manusia.
Kemudian ia meninggal dunia dan kaum muslimin menshalatkannya.
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim angin dingin yang baik dari
arah Syam (Siria) maka tidak tersisa lagi seseorang di atas muka bumi
yang di hatinya masih ada sedikit kebaikan atau iman melainkan ia
mematikannya. Dan tersisalah manusia-manusia yang jahat secepat burung
(dalam melampiaskan syahwat dan kejahatannya) dan watak binatang buas
(dalam kezaliman dan permusuhan). Melakukan persetubuhan sebagaimana
yang dilakukan keledai. Kemudian syetan memerintahkan mereka menyembah
berhala, dan atas mereka terjadi hari kiamat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diriku
berada di Tangan-Nya, sudah dekat bahwa turun padamu Ibnu Maryam
‘Alaihis Salam sebagai pemimpin yang adil. Ia mematahkan salib, membunuh
babi, meletakkan pajak, harta melimpah sehingga tidak ada seseorang
yang menerimanya, sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan apa
yang ada di dalamnya.”
Kemudian Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh berkata: Bacalah jika kamu menghendaki:
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya
(Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi
saksi terhadap mereka. (QS. An-Nisaa`:159) (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al
Bukhari 3448 dan ini adalah lafazhnya dan Muslim no. 155.)
3. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
Ya’juj dan Ma’juj adalah dua umat yang besar dari keturunan Adam
‘Alaihis Salam. Mereka adalah laki-laki yang kuat, tidak ada seorang pun
yang mampu melawan mereka. Keluarnya mereka termasuk salah satu tanda
hari kiamat yang besar. Mereka berbuat kerusakan di muka bumi, kemudian
Isa ‘Alaihis Salam dan para sahabatnya berdoa untuk kebinasaan mereka,
maka mereka semuanya mati.
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun
dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al Anbiyaa`:96)
Dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, “Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang Dajjal dan bahwa
sesungguhnya Isa ‘Alaihis Salam membunuhnya di pintu Ludd… -dan di
dalamnya-: ‘Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa
‘Alaihis Salam: ‘sesungguhnya aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang
tidak ada seseorang pun yang bisa melawan mereka. Maka jagalah
hamba-hamba-Ku ke (Gunung) Thur.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala
membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari
setiap tempat yang tinggi. Yang terdepan dari mereka melewati danau
Thabariyah, lalu minum semua yang ada padanya. Dan lewat yang akhir dari
mereka, mereka berkata,’Sungguh di tempat ini pernah ada air.’ Nabi Isa
‘Alaihis Salam dan para sahabatnya dikepung sehingga kepala sapi lebih
baik bagi salah seorang dari mereka dari seratus dinar bagi salah
seorang dari kalian pada hari ini (karena sangat kelaparan-pent). Maka
Nabi Isa ‘Alaihis Salam dan para sahabatnya berdoa. Lalu Allah Subhanahu
wa Ta’ala mengutus ulat di leher mereka, lalu mereka semua terbunuh
seperti matinya satu jiwa. Kemudian turunlah Nabi Isa ‘Alaihis Salam dan
para sahabatnya ke bumi….” (HR. Muslim no. 2937)
Setelah turunnya Isa dan para sahabatnya ke bumi, beliau ‘Alaihis Salam
berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala
mengirim burung-burung yang membawa Ya’juj dan Ma’juj dan melemparkan
mereka di tempat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan hujan untuk membersihkan
bumi. Kemudian turunlah berkah di muka bumi, nampaklah sayuran dan
buah-buahan, dan terasa berkah pada tumbuhan dan hewan.
KAMI SUDAH TULIS TENTANG YAKJUJ DAN MAKJUJ DI SINI. MUNGKIN IA SUDAH MENGGALI KELUAR.
4,5,6 Tiga Peristiwa Terbenamnya Tanah (Longsor)
Tiga peristiwa longsor besar termasuk tanda-tanda hari kiamat yang
besar, yaitu longsor di Timur, longsor di Barat, dan longsor di
Semenanjung Arab. Ini belum terjadi.
7. Kabut Asap
Munculnya kabut di akhir zaman termasuk tanda-tanda hari kiamat yang besar.
Bukan yang ini. Kabus sebenar lebih besar dan membuatkan semua orang sakit. Umat Islam hanya akan selsema ketika itu.
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia.Inilah azab yang pedih, (QS. Ad-Dukhaan:10-11)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam, beliau bersabda, ‘Bersegeralah beramal shalih (sebelum) enam
perkara: terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya (sebelah Barat)atau
kabut atau Dajal atau binatang atau kematian atau hari kiamat.” (HR.
Muslim no. 2947)
8. Terbitnya Matahari Dari Sebelah Barat
Terbitnya matahari dari sebelah Barat termasuk salah satu tanda hari
kiamat yang besar. Ia adalah tanda besar pertama yang memberitahukan
perubahan kondisi alam atas. Di antara dalil-dalil keluarnya adalah
sebagai berikut:
Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu tidaklah bermanfa’at
lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,
atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. …”. (QS. Al
An’aam:158)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga terbit
matahari dari sebelah Barat. Apabila matahari telah terbit dari sebelah
Barat semua manusia beriman, maka pada hari itu: “tidaklah bermanfa’at
lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,
atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS. Al
An’aam:158). (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari no. 4635 dan Muslim no.
157 dan ini adalah lafazhnya.)
Dari Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Saya mendengar
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya
pertama-tama tanda hari kiamat yang keluar adalah terbitnya matahari
dari sebelah Barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu
dhuha. Apapun juga dari keduanya yang lebih dulu dari yang lain, maka
yang lain itu akan menyusul dalam waktu dekat.” (HR. Muslim no.2942)
9. Keluarnya Binatang Melata
Keluarnya binatang melata di akhir zaman sebagai tanda sudah dekatnya
hari kiamat. Ia keluar, lalu memberi tanda kepada manusia di atas hidung
mereka. Mengekang hidung orang kafir dan menerangi wajah orang yang
beriman. Di antara dalil-dalil keluarnya adalah:
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis
binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa
sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (QS.
An-Naml:82)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Apabila telah keluar tiga perkara niscaya
tidaklah bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum
beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa
imannya: terbitnya matahari dari sebelah Barat, Dajjal, dan binatang
melata dari bumi.” (HR. Muslim no. 158)
10. Keluarnya Api Yang Menggiring Manusia
Itu adalah api besar dari Timur, dari Yaman, dari dasar Adan. Ia adalah
akhir tanda-tanda hari kiamat yang besar dan tanda pertama yang
mengabarkan terjadinya hari kiamat. Ia keluar dari Yaman, kemudian
tersebar di bumi dan menggiring manusia ke bumi mahsyar di Syam.
Tata cara api menggiring manusia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam, beliau bersabda, ‘Manusia digiring menurut tiga cara: senang,
takut, dua di atas unta, tiga di atas unta, empat di atas unta, sepuluh
di atas unta. Api yang menggiring selain mereka. Api tersebut tidur
qailulah (di pagi hari) bersama mereka di tempat mereka tidur dan
bermalam bersama mereka di tempat mereka bermalam. Berpagi-pagi bersama
mereka di tempat mereka berpagi-pagi, dan bersore-sore bersama mereka di
tempat mereka bersore-sore.” (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari no. 6522
dan ini adalah lafazhnya dan Muslim no. 2861)
Awal Tanda Hari Kiamat
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anh, sesungguhnya Abdullah bin Salam
Radhiyallahu ‘Anh tatkala masuk Islam, ia bertanya kepada Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang beberapa masalah. Di antaranya:
apakah pertama-tama tanda hari kiamat? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam menjawab, ‘Adapun pertama-tama tanda hari kiamat adalah adanya
api yang menggiring manusia dari Timur ke Barat.“( HR. Al Bukhari no.
3329)
Tanda-tanda yang terus menerus dan perubahan keadaan
Apabila telah nampak salah satu tanda hari kiamat yang besar, niscaya
tanda-tanda yang lain mengikutinya, sebagian mengikuti yang lain,
seperti sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Tanda-tanda (hari
kiamat itu bagaikan) manik-manik yang disusun dengan benang (kawat,
tali). Apabila benang itu terputus, niscaya sebagiannya mengikuti yang
lain.” (Shahih. HR. Al Hakim no. 8639. lihat as-Silsilah ash-Shahihah
no. 1762)
Dari Anas Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
wa Sallam bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga tidak dikatakan
lagi di muka bumi ‘Allah, Allah.’ (HR. Muslim no. 148)
Dari Huzaifah bin Al Yaman Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,’Tidak terjadi hari kiamat
sehingga orang paling bahagia di dunia adalah Luka’ bin Luka‘ (hamba
yang bodoh anak hamba yang bodoh). (Shahih. HR. at-Tirmidzi no 2209,
Shahih Sunan Tirmidzi no. 1799)